Malam Lailatul Qadar, Keutamaan dan Pencarian Seorang Muslim

Malam Lailatul Qadar. Siapa yang tidak menginginkan malam lailatul qadar. Suatu malam yang sangat istimewa khususnya bagi kita umat muslim. Inilah malam seribu bulan, suatu gambaran yang sangat sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an. Tidak heran jika pada akhir-akhir khususnya 10 hari terakhir di bulan ramadhan ini banyak muslim yang berlomba-lomba meraih dan bertemu dengan malam lailatul qadar. Di bawah ini akan kami sampaikan pengertian dan keutamaan malam lailatul wadar.

Pengertian Lailatul Qadar
Kata dalam bahasa indonesia berarti malam ketetapan. Dalam Al Qur’an kata Qadar sendiri memiliki tiga arti (menurut Quraish Shihab), yakni:

• Penetapan dan pengaturan
Sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. pengertian ini di dapatkan dalam Al Qur’an surah Ad- Dukhan ayat 3 sampai 5 :
malam-lailatul-qadar
Artinya: 
(3) Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.(4) pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (5) (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul,

• Kemulian
Penggunaan kata Qadar yang kedua dalam Al- Qur’an menunjuk pada kemuliaan, sebagaimana yang terkandung dalam surah Al-An’am ayat 91:
Artinya: dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, Padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya) ?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.

• Sempit
Kata Qadar yang ketiga bermakna “sempit”. Hal ini diuraikan karena malaikat yang hadir ke bumi sangat banyak. Sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur’an surah Al-Qad’r. sementara Qadar dalam makna sempit terdapat pada Al Qur’an surah Ar-Ra’d ayat 26:
Artinya: Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, Padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).


Dengan uraian ayat- ayat di atas, dapat kita simpulkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam seribu bulan yang terdapat pada bulan Ramadhan. Keutamaan malam lailatul qadar ialah Barang siapa berbuat kebaikan pada malam Lailatul Qadar ini, niscaya akan disamakan dengan melakukan kebaikan selama seribu bulan. 

Jatuhnya Malam Lailatul Qadar
Mayoritas para ulama berpendapat bahwa malam lailatul qadar terjadi pada 10 hari terakhir di tiap-tiap Ramadhan. Pendapat ini didasari dari hadits aisyar R.A dalam riwayat Bukhari yang artinya:
“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhan"  (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169).
Meskipun kita telah meyakini bahwa malam lailatul qadar akan jatuh pada malam-malam ganjil, namun pada akhir-akhir ini perbedaan dalam menetapkan awal bulan puasa dapat kita jadikan motivasi untuk mencari malam lailatul qadar pada tiap-tiap malam (tidak hanya malam ganjil saja). 

Tanda Tanda Malam Lailatul Qadar
Margasatwa tak berbunyi
Gunung menahan nafasnya
Angin pun berhenti
Pohon-pohon tunduk
Dalam gelap malam
Pada bulan suci
Qur'an turun ke bumi
Qur'an turun ke bumi

Inilah malam seribu bulan
Ketika cahaya sorga menerangi bumi
Ketika cahaya sorga menyinari bumi
Inilah malam seribu bulan
Ketika Tuhan menyeka airmata kita
Ketika Tuhan menyeka dosa-dosa kita
sholat lailatul qadar

Lirik lagu ciptaan Bimbo di atas seolah menggambarkan tanda-tanda malam lailatul qadar. Dimana malam tersebut digambarkan sebagai malam yang sangat sunyi, bahkan tidak ada hewan pun yang mengeluarkan suara pada saat datangnya malam lailatul qadar. Ada beberapa riwayat yang mengisahkan datangnya malam seribu bulan ini:
• Suasana dan Udara
Suasana pagi terlebih udara terasa sangat tenang nan damai.  Hal ini disampaikan dalam hadits riwayat Ibnu Abbas R.A. “lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” .
• Sinar Matahari
Dalam hadits riwayat Ubay bin Ka’ab R.A bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “ keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampak”.
• Suasana Malam
Pada malam seribu bulan ditandai dengan suasana malam yang amat tenang, tidak terasa dingin, tidak terlihat awan yang menghalangi langit, tidak terjadi hujan, dan tidak terasa panas serta adanya angin kencang.
• Kekhusukan 
Malam lailatul qadar memberikan kenyamanan dan kekhusukan bagi tiap-tiap umat yang melaksanakan ibadah, dimana kenyamanan tersebut menjadikannya khusuk beribadah kepada Allah SWT lebih dari malam-malam lainnya.

Meskipun ada beberapa riwayat yang menandakan kedatangan malam lailatul qadar, namun pada hakikatnya hanyalah Allah SWT yang mengetahui kapan malam lailatul qadar tersebut diwujudkan oleh-Nya. 

Demikian pembahasan mengenai malam lailatul qadar, pengertian, serta tanda-tanda malam lailatul qadar. Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk berusaha mendapatkan malam seribu bulan tersebut. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dalam mencari Ridho Allah SWT Aamiin. 

 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top