Krisis di Filipina

Perekonomian Filipina adalah korban paling gawat yang melanda dunia sebagai akibat melonjaknya harga minyak bumi untuk kedua kalinya pada tahun 1979. Neraca pembayaran Negara ini mengalami krisis yang paling parah pada akhir tahun 1982, disebabkan karena meningkatnya biaya import minyak bumi. Merosotnya haraga komoditi-komoditi ekspornya yang utama dari sektor pertanian di pasaran dunia dan membumbungnya jumlah bunga yang harus di bayar untuk pinjaman luar negeri.
Pada bulan oktober 1983 pemerintah menyatakan tidak mampu membayar utang-utang luar negerinya dan meminta kepada 483 kreditor agar diberi keringanan berupa penangguhan. Kredit hutang ini menghentikan aliran kredit perdagangan bernilai lebih dari $ 3 milyar, yang menyebabkan anjloknya import. Sepanjang tahun 1984, devisa yang masih dimiliki nyaris tidak mencukupi untuk mengimpor minyak bumi. Pengangguran terselubung dikalangan angkatan kerja naik 36,5% sementara itu Pusat Riset dan Komunikasi Filipina melaporkan terjadi tindakan pemberhentian sementara terhadap lebih dari 400.000 pekerja pada tahun 1984. Sehingga menyebabkan perekonomian Filipina mengelami kemrosotan luar biasa pada tahun 1984 sebagai akibat krisis devisa yang gawat dan berlarut-larut.
Krisis politik meletus setelah terjadi aksi pembunuhan terhadap Beniqno Aquini pada tanggal 21 Agustus 1983. Hal itu menyebabkan Aksi-aksi kalangan umum agar Marcos mengundurkan diri akibatnya kepercayaan dunia bisnis terhadap Marcos merosot dengan cepat. Ini menyebabkan larinya modal secara besar-besaran, begitu pula menyebabkan pemerintah Filipina tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran kembali utang-utang luar nigeria.
Bagi Marcos sendiri hal itu berakibat sangat merosotnya legitimitas dan kewibawaan nya. kalangan sahabat penting, baik di dalam maupun di luar negeri juga mulai merenggangkan hubungan dengan Marcos.
Gelombang demonstrasi yang menyusul peristiwa pembunuhan terhadap Aquino berlangsung lebih besar lebih lama daripada demonstrasi-demonstrasi lain sebelum itu. Untuk pertama kalinya para pengusaha terkemuka banyak berperan dalam mengorganisasikan demonstrasi-demonstrasi yang tidak lagi hanya berlangsung di kampus-kampus saja tetapi menjalar sampai ke daerah-daerah pusat perdagangan, dan pemukiman golongan atas.
 Tumbuhnya kegiatan politik di kalangan pengusaha ini dapat dikaitkan pada beberapa faktor. Bahkan sebelum terjadi peristiwa pembunuhan terhadap Aquino pun kalangan pengusaha sudah menyadari bahwa Negara Filipina sedang tergelincir ke dalam jurang krisis keuangan yang disebabkan oleh pinjaman pemerintah secara berlebihan guna membiayai proyek-proyek yang bercorak “mercusuar”, ditambah oleh runtuhnya perusahaan-perusahaan besar kepunyaan sejumlah pemilik modal yang dekat dengan pihak penguasa yang kemudian terpaksa diselamatkan oleh pemerintah.
 
About - Contact Us - Sitemap - Disclaimer - Privacy Policy
Back To Top